Dalam kurun waktu satu minggu, tiga produsen terbesar kamera digital meluncurkan DSLR fullframe dengan harga yang relatif terjangkau. CanonNikon, dan Sony, semuanya meluncurkan kamerasensor besar dengan harga USD 2000-an.

Harga tersebut mungkin terlihat tinggi, tapi perlu diingat bahwa harga pasar dalam kurun waktu 3 bulan sejak peluncuran biasanya lebih rendah dari harga awal. Karena itu, ketiga kamera ini merupakan pilihan yang menarik bukan hanya untuk fotografer profesional, tetapi juga Anda yang ingin memulai hobi fotografi.

Namun, sebenarnya produk dari merek mana yang menawarkan pilihan terbaik? Kami membandingkan spesifikasi ketiga kamera terkini ini.

Feature Utama

Feature utama sebuah kamera tentu adalah untuk merekam foto dan video, karena itu mari kita teliti feature ketiga kamera ini. Nikon D600 dan Sony A99 menggunakan sensor yang sama yang memberikan resolusi lebih tinggi dari sensor Canon 6D. Tetapi, A99 termasuk menonjol dengan kemampuannya merekam video 60fps pada resolusi 1080p. Dengan kemampuan ini, video hasil rekaman A99 dapat diedit dengan lebih baik menjadi video slow motion. Sony juga unggul dengan adanya mic stereo terintegrasi.

Sebaliknya, Canon 6D menonjol dengan kemampuan ISO tinggi. Dengan rentang ISO sampai 102.400, EOS 6D memungkinkan Anda memotret sampai 2 stop lebih cepat dari Nikon D600 atau Sony A99.

Nikon D600 tak mau kalah dengan menawarkan built-in flash. Built-in flash meningkatkan kenyamanan penggunaan karena Anda tak harus membawa-bawa flash setiap Anda bepergian. Built-in flash juga dapat digunakan untuk mengendalikan flash Nikon Speedlight secara wireless. Hal ini tentu menghemat biaya karena Anda tidak perlu membeli commander extra.

Kesimpulan: Sony A99 unggul dalam perekaman video, sementara Nikon D600 unggul dalam feature pemotretan.

Desain Body & Ergonomi

Bentuk ketiga kamera ini sekilas serupa, tetapi menyimpan banyak perbedaan jika diteliti lebih dalam. Contohnya, Sony A99 adalah satu-satunya yang menawarkan peredam getar pada body kamera. Dengan feature ini, Anda akan dapat menikmati peredam getar dengan lensa apapun yang Anda gunakan. Tetapi feature ini juga terkenal membuat sensor cepat panas pada tipe-tipe sebelumnya. Semoga saja tidak demikian halnya dengan A99.

A99 juga satu-satunya kamera menawarkan LCD flip-twist, sehingga memudahkan saat merekam video atau memotret pada sudut yang tidak normal. Karena sistem translucent mirror yang digunakan A99, kamera ini tidak memiliki optical viewfinder. Namun, A99 dilengkapi dengan viewfinder electronic resolusi sangat tinggi yang diklaim dapat memberikan hasil lebih baik dibandingkan optical viewfinder.

Menilik lebih dalam lagi, Canon 6D sedikit tertinggal dibandingkan pesaingnya. 6D hanya memiliki satu slot memory card. Lebih lanjut lagi, Canon 6D tidak dapat digunakan dengan lensa EF-s. Ini berbeda dengan D600 atau A99 yang tetap dapat digunakan dengan lensa crop factor (Nikon DX/Sony DT).

Kesimpulan: Meskipun tidak dapat dibilang buruk, tetapi feature ergonomi Canon 6D tidak sebaik pesaingnya.

Feature Tambahan

Dalam hal ini, Sony A99 lagi-lagi unggul untuk perekaman video. Kamera ini memiliki AF trackingpaling cepat dan paling akurat dibanding kamera DSLR merek lain saat ini. Sementara, Canon 6D unggul dalam hal konektifitas nirkabel, menawarkan transmitter Wi-Fi dan receiver GPS dalam bodynya yang mungil.

Kami sudah mencoba system Wi-Fi Canon pada kamera tipe lain dan hasilnya memang memukau. Segera setelah memotret, Anda dapat menampilkan foto pada layar lebar komputer atau tablet. Anda juga dapat meninggalkan kamera pada tripod dan mengendalikannya melalui perangkat lain. Hal ini tentu menarik tidak hanya bagi hobbyist, tetapi juga untuk kalangan profesional.

Kesimpulan

Sony A99 mungkin dapat dikatakan sebagai yang paling unggul dalam hal perekaman foto maupun video. Kamera ini memiliki banyak feature yang tidak dimiliki 6D atau D600. Namun, perlu diingat bahwa kamera ini juga $700 (sekitar Rp 7 juta) lebih mahal.

Canon 6D unik karena lebih terjangkau dan memiliki Wi-Fi & GPS terintegrasi. Kedua feature ini sudah umum ditemui pada kamera saku dan memang sudah selayaknya hadir di kelas DSLR. Namun feature lain pada 6D masih kurang bersaing dibandingkan kompetitornya.

Jika Anda merasa belum memerlukan Wi-Fi atau GPS, Nikon D600 mungkin adalah pilihan terbaik untuk sebuah DSLR fullframe. Kamera ini terjangkau, memiliki banyak feature unggul untuk perekaman foto maupun video, dan tetap dilengkapi built-in flash. Baik untuk penggunaan foto atau video, hobby maupun pekerjaan, Nikon D600 dapat menjanjikan hasil yang lebih maksimal.

About these ads