Sadarkah bahwa sampah-sampah yang dianggap sebagai limbah oleh masyarakat ini merupakan hal yang dapat diubah menjadi benda yang bernilai ekonomis. Sampah anorganic (alumunium)  merupakan salah satu yang menjadi masalah besar pada dewasa ini. WL adalah kerajinan alumunium dan perusahaan ketel yang memanfaatkan alumunium bekas sebagai bahan baku utama.

Peleburan alumkunium bekas sampah bungkus minuman instan yang mengandung alumunium foil (lapisan tipis dalam bungkus) dilakukan untuk mendapatkan kembali logam alumunium yang bernilai jual. Alumunium merupakan bahan logam yang banyak digunakan dalam berbagai keperluan seperti untuk melapisi badan pesawat terbang, untuk perabot rumah tangga, untuk kaleng minumankarena mampu memberikan kekuatan mekanik yang baik, tahan korosi, serta memiliki cor yang baik. Bahan-bahan yang diperlukan pada proses daur ulang ini meluputi bahan utama dan bahan pendukung. Bahan utama adalah bahan baku yang terdiri dari sampah bungkus minuman instan atau bungkus obat yang mengandung alumunium foil dan jika ada ditambah barang rongsokan seperti kaleng minuman, potongan plat atau pipa alumunium.

Proses pembakaran, membutuhkan waktu 3-4 jam untuk melelehkan alumunium batangan siap cetak agar hasil maksimal, di kerajinan alumunium dan ketel WL, pakel baru selatan, Yogyakarta. “biasanya kita mulai pembakaran dari jam 03.30 – jam 07.00 pagi,” aku Edi.

Semua peralatan yang digunakan serba manual, alat peleburan terdiri sebuah tungku yang dilapisi bata tahan api, serta centong untuk menuangkan cairan alumunium. Tungku termasuk peralatan yang masihterbelakang ini sengaja diciptakan untuk menghemat biaya produksi. Dengan teknologi sederhana namun efektif dalam memperoleh prabotan rumah tangga.

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

Text and Photo by Muhammad Lathief Taslim